Welcome back, travel friends!
Apa sih yang terlintas di pikiran kalian jika mendengar kata “lampion”?
Merah, bulat, menyala, lampu atau hiasan?

Lampion warna warni, dekorasi berbagai bentuk dan corak di sejumlah sudut gerbang kota Batu.
Menurut KBBI, lampion adalah lentera yang terbuat dari kertas (penerangannya dengan lilin), dipakai pada pesta (perayaan); tanglung
Nah, walaupun lampion identik dengan Negeri Tirai Bambu, zaman sekarang lampion sudah memiliki banyak variasi loh, travel friends! Pernah gak kalian lihat lampion dengan bentuk yang menarik? Sekarang tak jarang, lho, lampion dijadikan hanya sebagai hiasan atau ornamen untuk mempercantik sudut kota, rumah, atau bangunan!
Fungsi utama lampion sebenarnya adalah sebagai penerang. Pada zaman dahulu bagian dalam lampion diisi oleh lilin, sekarang, lampion sudah semakin modern. Bagian dalam lampion jaman now tidak jarang diisi oleh lampu dengan baterai yang sangat mudah untuk digunakan.
Desain lampion pada zaman dahulu juga terkesan simple, hanya berbentuk bulat, berbahan dasar kertas atau benang, dan juga berwarna merah dengan sedikit hiasan. Zaman sekarang sudah berubah, banyak orang yang semakin kreatif mengkreasikan bentuk dan ornamen pada lampion.
Kalian bisa mengkreasikan lampion dengan bentuk sesuka hati dengan tambahan ornamen-ornamen unik sehingga menghasilkan nilai plus bagi lampion kalian loh, travel friends!
Apakah kalian tertarik untuk membuat lampion-lampion unik? Tenang saja, kalian gak perlu mengeluarkan uang yang banyak, kok! Kalian bisa membuatnya sendiri di rumah!

Keren banget, kan , travel friends lampion dari kertas tissue seperti yang ada di atas! Nah, berikut ini cara membuat lampion dari kertas tissue yang bisa kalian praktikan di rumah sendiri!
Alat dan bahan :
- Kertas tisu
- Kertas tahan panas
- Potongan bambu
- Tang
- Cutter
- Kawat
- Gunting
- Lem putih
Cara Membuat :
- Siapkan potongan-potongan bambu yang memilik panjang 10 cm. Satukan sedemikian rupa semua potongan bambu tersebut menjadi kerangka yang berbentuk bola.
- Untuk menyambung antara potongan bambu yang satu dengan lainnya, Anda bisa menggunakan kawat. Ikatkan tali kawat ini persis di bagian sambungan sehingga dapat menahan bentuk bola yang sempurna.
- Siapkan bohlam LED yang memiliki cahaya berwarna putih atau kuning supaya kelihatan lebih elegan. Sambungkan bohlam tersebut dengan kap lampu dan kabelnya. Setelah itu, tempat bohlam ini di dalam kerangka bambu.
- Buatlah pola persegi di atas permukaan kertas tahan panas dengan ukuran sesuai ukuran kerangka lampu yang telah dibuat. Selanjutnya kertas tahan panas ini dipotong menurut garis pola.
- Potongan kertas lampion lantas ditempelkan di atas bidang kerangka. Oleskan salah satu permukaannya dengan lem putih terlebih dahulu, kemudian tempelkan di kerangka bambu dengan hati-hati.
- Setelah kertas tahan panas sudah menutupi seluruh bagian kerangka, kini waktunya untuk mempercantik lampu hias Anda. Oleskan lem putih di permukaan luar kertas tahan panas. Selanjutnya tempelkan gulungan kertas tisu di atasnya.
- Lampu hias yang sudah jadi bisa Anda gantungkan tepat di tengah-tengah ruangan atau ditempatkan di atas salah satu rak dinding. Coba nyalakan lampu tersebut dengan menghubungkan stop kotaknya ke terminal listrik. Maka hasilnya cahaya yang dikeluarkan oleh lampu hias tadi pun tampak lebih menarik.




